Sunday, September 26, 2010

Menikmati Perjuangan





Seringkali kita mendengar istilah “Hidup ini penuh perjuangan”. Semboyan ini memang bagus, akan tetapi dalam prakteknya kurang nikmat. Jika kita punya prinsip “hidup ini penuh perjuangan” maka sepanjang hidup kita akan terus berjuang.

Apakah dalam hidup ini kita mesti berjuang? Tidak. Terkadang dalam hidup ini kita harus menikmati. Hidup harus kita nikmati. Ketika kita makan, apakah harus berjuang? Ketika kita bernafas, apakah harus berjuang? Betapa melimpahnya oksigen yang ada di dunia ini, tetapi kita tidak harus memperjuangkannya untuk mendapatkannya.

Kapan anda terakhir menikmati pernafasan anda? Kapan anda terakhir menikmati minuman anda? Kapan anda terakhir memandang pasangan hidup anda lebih dari 3 menit? Kapan anda terakhir makan dan konek dengan makanan anda? Jika anda muslim, kapan anda terakhir shalat dan menikmati shalat anda?

Terkadang karena kita terlalu fokus pada perjuangannya, kita lupa menikmati hidup ini. Berjuang, itu harus… tetapi jangan lupa menikmati hasilnya. Jika perlu carilah sisi kenikmatan dari perjuangan anda, sehingga hidup anda tidak jenuh, karena otak manusia hanya didesain untuk mencari nikmat dan menghindari sengsara.

Arnold Schwarzenegger ketika melakukan latihan binaraga sampai tangannya merasa sakit. Dia mengatakan bahwa sakit itu nikmat. Dia memikirkan nantinya akan sengsara jika tidak latihan, karena bakalan kalah dalam binaraga. Seandainya dia latihan sungguh-sungguh, maka dia akan bisa menikmati kemenangannya.

No comments:

Post a Comment