Sunday, July 25, 2010

Cara mendapatkan apa yang benar-benar kita inginkan

Manusia memang memiliki keinginan yang tidak terbatas. Terus dan terus-menerus bertambah. Ketika masih menganggur, mereka ingin mendapatkan pekerjaan. Perkerjaan dengan gaji Rp 300 ribu pun dia terima. Setelah mendapatkan gaji Rp 300 ribu dia merasa senang. Beberapa bulan kemudian dia ingin mendapatkan gaji yang lebih besar, misalnya Rp 500 ribu. Dia memang bisa mendapatkan gaji itu karena memang waktunya naik atau mungkin karena dia mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain.


Setelah memperoleh gaji Rp 500 ribu, dia ingin naik lagi. Terus dan terus selalu ingin naik. Barang yang dimilikinya juga bertamabah. Yang sebelumnya tidak memiliki apa-apa, dia ingin memiliki sepeda motor. Setelah agak lama memiliki sepeda motor, dia menginginkan sepeda motor yang lebih baik atau bahkan mobil. Walaupun dapat mobil bekas dia cukup bahagia, karena dengan memakai mobil dia tidak kehujanan.

Setelah agak lama memiliki mobil, dia ingin mobil yang lebih bagus. Mobilpun berubah-ubah sesuai dengan penghasilannya. Mulai dari ekspas, berubah jadi kijang, camry dan seterusnya sampai berganti menjadi mobil BMW. Setelah memiliki mobil BMW mungkin dia masih punya keinginan yang lebih besar, entah BMW nya berganti seri atau keinginan lain yang menurut banyak orang tidak masuk akal. Aneh memang ada orany yang merasa bahagia ketika sudah memiliki uang penghasilan Rp 1 milyar/bulan. Ternyata setelah memiliki Rp 1 milyar /bulan ternyata dia tidak merasa bahagia.


Ada orang kaya di Las Vegas, dia memiliki banyak sirkus. Sekali nonton kira-kira Rp 3 juta. Tiap malam selalu ada pertunjukan di banyak tempat. Di Las Vegas 90% show miliknya dia. Di Maccau 100% miliknya dia, begitu juga di Time Square New York. Kira-kira menurut anda orang ini kaya atau kaya banget? Tentu saja dia kaya banget. Dengan kekayaannya, segala keinginannya mudah tercapai. Akan tetapi apakah dia merasa cukup? Tentu saja tidak. Dia mulai punye keinginan yang aneh, yaitu ingin menjadi astronot. Dia mau membayar $ 30 juta (kira-kira Rp 300 milyar). Tournya sebagai astronot lamanya hanya 5 hari. Sebenarnya apa yang dia inginkan? Sebenarnya manusia hanya ingin yang namanya perubahan perasaan. Perubahan perasaaan itulah yang menyebabkan dia ingin jadi astronot.


Sebelum saya bahas lebih lanjut, ada 3 area yang perlu anda ketahui, yaitu :

1. Area di luar kontrol

2. Area di dalam pengaruh kita

3. Area di dalam kontrol


Area yang di luar kontrol yang pasti disepakati oleh semua orang adalah masa lalu. Biar bagaimanapun masa lalu tidak bisa kita ubah.

Area yang berada di bawah pengaruh kita misalnya adalah orang tua, anak, istri, teman, binatang peliharaan, situasi ekonomi, politik, bencana alam dan sebagainya.

Area di dalam kontrol adalah emosi kita.


Mungkin anda marasa sedikit heran situasi ekonomi, politik, dan bencana alam tidak termasuk di luar kontrol. Tidak, itu semua masih bisa kita pengaruhi. Jika kita mau belajar ekonomi dan akhirnya bisa masuk ke pemerintahan maka setidaknya kita bisa mempengaruhi situasi ekonomi dan politik. Bahkan bencana alampun masih bisa kita pengaruhi. Benar sekali bencana alam tidak bisa dikontrol. Akan tetapi dengan kemajuan zaman, ketika akan terjadi gunung meletus, manusia berusaha mempengaruhi letusannya supaya tidak membahayakan, misalnya dengan dibor.


Orang lain sudah tentu bukan di dalam kontrol kita, akan tetapi dia berada di bawah pengaruh kita. Tidak ada sesuatu di luar diri kita yang benar-benar bisa kita kontrol. Yang bisa kita kontrol adalah apa yang ada di dalam diri kita, yaitu emosi kita. Anda perlu bersyukur bahwa emosi kita bisa dikontrol oleh diri kita sendiri.

Ada berita baik, sesuatu yang benar-benar kita inginkan ada di dalam diri kita, yaitu perubahan perasaan. Perasaaan adalah sesuatu yang bisa kita kontrol. Senang, sedih, gembira, rasa takut, khawatir semuanya bisa kita kontrol. Sebagai contoh jika kita membandingkan antara orang sedih dan gembira, sebenarnya tergantung pada cara geraknya. Orang sedih cenderung menunduk, orang senang cenderung memandang ke depan. Padahal untuk menghilangak kesedihannya dia tinggal memperbanyak memandang ke atas. Jika anda masih tidak percaya cobalah anda berdiri, kemudian satu kaki agak di depan, anda melihat ke atas, tangan diluruskan ke atas sambil tersenyum lebar-lebar. Selama kondisi seperti itu coba ingat-ingat kejadian yang paling menyedihkan. Maka anda akan kesulitan setengah mati.


Jika anda ingin mengusir ketakuta seketuka silakan klik di sini

No comments:

Post a Comment